BERTOLERANSI - Kabar Paciran -->
Baca artikel dan tutorial Android dan informasi gadget terbaik


Penulis: Feby Anggraeni
Siswi: SMAM 6 Paciran




Toleransi memiliki makna yang sangat luas. Yang saya ketahui, toleransi merupakan sikap saling menghargai dan menghormati pendapat maupun perbedaan yang ada di lingkungan mereka. Perbedaan tersebut meliputi banyak hal. Karena adanya perbedaan tersebut maka setiap anak harus memiliki bekal yang banyak salah satunya yakni “sikap toleransi” .




Sikap tolereransi sangat penting ditanamkan pada diri anak. Yang saya amati, anak di masa sekarang jarang yang bisa bersikap menghargai pendapat maupun perbedaan yang ada pada teman mereka. Dan kebanyakan juga sampai pada tahap pembullyan. Hal tersebut terjadi karena mereka tidak bisa menghargai dan menghormati perbedaan yang ada pada teman mereka. Setiap anak pasti memiliki kebanggaan tersendiri, dan jika teman mereka tidak sama ras maupun budanya, mereka akan mengucilkannya. Meskipun kita tidak suka pada kepribadian seseorang kita masih harus dan wajib untuk menghargai perbedaan tersebut dengan cara yang baik. Kejadian pembullyan yang biasa dilakukan di sekolah maupun di pondok akan miris jika dilihat karena di daerah paciran ini terkenal dengan anaknya yang baik-baik dan memiliki pendidikan agama yang mumpuni.






Dari kejadian diatas, sebaiknya anak-anak dipaciran tidak mencemari pandangan orang awam tentang kec. Paciran dengan tidak memiliki sikap toleransi yang baik dan melakukan pembullyan. Itu sangat tidak baik dan melanggar HAM seseorang. Sebaliknya, jika anak-anak di paciran memiliki sikap toleran yang baik, maka itu bisa menambah nilai plus tersendiri dari orang awam. Seharusnya sikap toleransi sudah diajarkan sejak dini. Dengan begitu pada diri anak akan muncul tersendiri sikap toleransi.




Intinya jangan salah tanggap tentang makna dari kata “toleransi”. jika kita salah mengartikanya dan memakai kata toleransi sebagai tameng, itu juga tidak baik. Walau ada perbedaan baik itu kecil maupun besar, sebagai anak dan bahkan siswa terpelajar kita harus bisa menghargai perbedaan yang ada dengan cara yang baik. Jangan sampai terjadi tahap pembullyan, kalau bisa tindakan “bullying” kita cegah dan hindari.



BERTOLERANSI



Penulis: Feby Anggraeni
Siswi: SMAM 6 Paciran




Toleransi memiliki makna yang sangat luas. Yang saya ketahui, toleransi merupakan sikap saling menghargai dan menghormati pendapat maupun perbedaan yang ada di lingkungan mereka. Perbedaan tersebut meliputi banyak hal. Karena adanya perbedaan tersebut maka setiap anak harus memiliki bekal yang banyak salah satunya yakni “sikap toleransi” .




Sikap tolereransi sangat penting ditanamkan pada diri anak. Yang saya amati, anak di masa sekarang jarang yang bisa bersikap menghargai pendapat maupun perbedaan yang ada pada teman mereka. Dan kebanyakan juga sampai pada tahap pembullyan. Hal tersebut terjadi karena mereka tidak bisa menghargai dan menghormati perbedaan yang ada pada teman mereka. Setiap anak pasti memiliki kebanggaan tersendiri, dan jika teman mereka tidak sama ras maupun budanya, mereka akan mengucilkannya. Meskipun kita tidak suka pada kepribadian seseorang kita masih harus dan wajib untuk menghargai perbedaan tersebut dengan cara yang baik. Kejadian pembullyan yang biasa dilakukan di sekolah maupun di pondok akan miris jika dilihat karena di daerah paciran ini terkenal dengan anaknya yang baik-baik dan memiliki pendidikan agama yang mumpuni.






Dari kejadian diatas, sebaiknya anak-anak dipaciran tidak mencemari pandangan orang awam tentang kec. Paciran dengan tidak memiliki sikap toleransi yang baik dan melakukan pembullyan. Itu sangat tidak baik dan melanggar HAM seseorang. Sebaliknya, jika anak-anak di paciran memiliki sikap toleran yang baik, maka itu bisa menambah nilai plus tersendiri dari orang awam. Seharusnya sikap toleransi sudah diajarkan sejak dini. Dengan begitu pada diri anak akan muncul tersendiri sikap toleransi.




Intinya jangan salah tanggap tentang makna dari kata “toleransi”. jika kita salah mengartikanya dan memakai kata toleransi sebagai tameng, itu juga tidak baik. Walau ada perbedaan baik itu kecil maupun besar, sebagai anak dan bahkan siswa terpelajar kita harus bisa menghargai perbedaan yang ada dengan cara yang baik. Jangan sampai terjadi tahap pembullyan, kalau bisa tindakan “bullying” kita cegah dan hindari.



Load Comments

Subscribe Our Newsletter