Masuknya Budaya (di) Luar (batas norma) Yang Berdampak Pada Perilaku Remaja - Kabar Paciran -->
Baca artikel dan tutorial Android dan informasi gadget terbaik


Foto : Google





Nama : Mugi Pangestu Putu Hamka
Kelas : 11
Sekolah : SMAN 1 PACIRAN
Tema : Sosial dan Budaya




Budaya adalah sebuah ciri atau identititas dari sekumpulan orang yang mendiami wilayah tertentu. Budaya ini timbul dari perbuatan yang dilakukan oleh masyarakat secara berulang – ulang sehingga membentuk suatu kebiasaan yang pada akhirnya menjadi sebuah budaya dari masyrakat itu sendiri. Budaya yang telah terbentuk itu akan masuk dan mengakar di dalam kehidupan manusia, sehingga tanpa kita sadari budaya ini telah mempengaruhi kehidupan manusia. Berdasarkan ilustrasi di atas, dapat disimpulkan bahwa kebudayaan mempengaruhi manusia dalam berperilaku. Namun, diera globalisasi saat ini dimana kita hidup di dua dunia yakni di dunia nyata dan Maya tanpa kita sadari banyak budaya-budaya baru yang masuk dalam kehidupan sehari-hari kita semua. Dalam lingkup sosial manusia membutuhkan yang namanya sosialisasi dimana ada hubungan dan interaksi serta timbal balik antara individu dengan kelompok maupun individu dengan individu yang lain dengan budaya dan kebiasaan yang berbeda-beda. Hal ini mengakibatkan banyak budaya baru yang masuk melalui media dunia nyata maupun dunia maya, mulai dari budaya dalam hal selera, sikap, berbicara, hingga berbusana dan bergaya. Dilihat dari sudut pandang seorang remaja dimana remaja adalah tahapan manusia dari anak-anak menuju dewasa yang isinya adalah memilih dan memilah gaya hidup yang menurut mereka cocok dengan dirinya, dimana pikiran dan nafsu yang masih menguasai sehingga susah untuk menentukan mana kebiasaan baik dan mana yang buruk sehingga banyak yang berusaha mementingkan nafsu dari pada hati dan pikiran. Diera serba bisa dan serba ada ini banyak hal dan informasi yang bisa didapatkan melalui dunia maya, dan tak sedikit pula mereka kaum remaja yang 2/4 hidupnya dalam sehari - hari dihabiskan untuk berada di dunia maya, hal ini membuat tingkat sosialisasi antara individu dengan individu yang lain di dunia nyata menurun dan pasif sehingga berdampak bagi budaya budaya baik di masyarakat yang lambat laun hilang dimakan zaman, banyak remaja masa kini yang lebih suka ikut bergabung dalam club atau komunitas dibanding dengan ikut organisasi disekolah atau karang taruna remaja. Untuk dikawasan Paciran sendiri telah terbentuk budaya baru dikalangan remaja. Mereka menyebut diri mereka "anak hits". Hits merupakan indikator yang sangat penting di era saat ini, mereka yang mendapat julukan tersebut adalah mereka yang selalu update dengan hal hal baru baik di dunia teknologi maupun dunia fashion sehingga disegani dan banyak diperhatikannya banyak orang. Hal ini menyebabkan pola hidup dan kebiasaan hidup yang konsumtif dimana mereka selalu membutuhkan barang dan jasa untuk memenuhi kepuasan akan kebutuhan mereka. Hal ini pun bukan kebiasaan yang baik untuk kalangan remaja yang harusnya prioritasnya adalah untuk belajar bukan untuk bergaya. Pengaruh dari dunia Maya khususnya dari dunia entertainment di berbagai media dimana banyak contoh contoh tokoh atau selebriti yang hidupnya serba ada dan serba baru . Hal ini yang menyebabkan budaya konsumtif sampai ke kalangan remaja, trend - trend baru yang mereka lakukan menyebabkan remaja berlomba-lomba dan berusaha agar dapat meniru dan mencoba gaya gaya baru seperti mereka. Bukan hal yang buruk juga untuk sekedar meniru trend yang sedang booming pada masanya, tapi ada kalanya kita sebagai remaja harus tau batas kemampuan kita yang saat ini masih menjadi remaja di lingkungan sekolah, jangan sampai berlebihan dan menyebabkan budaya hidup konsumtif, kalau masih remaja saja gaya hidupnya sudah konsumtif bagaimana kalau besok sudah dewasa dimana kebutuhan akan hidup semakin banyak. We must try to think of the future of our lives personally, because only we can change ourselves personally to our future. Im Mugi Pangestu Putu Hamka, thank you!!

Masuknya Budaya (di) Luar (batas norma) Yang Berdampak Pada Perilaku Remaja



Foto : Google





Nama : Mugi Pangestu Putu Hamka
Kelas : 11
Sekolah : SMAN 1 PACIRAN
Tema : Sosial dan Budaya




Budaya adalah sebuah ciri atau identititas dari sekumpulan orang yang mendiami wilayah tertentu. Budaya ini timbul dari perbuatan yang dilakukan oleh masyarakat secara berulang – ulang sehingga membentuk suatu kebiasaan yang pada akhirnya menjadi sebuah budaya dari masyrakat itu sendiri. Budaya yang telah terbentuk itu akan masuk dan mengakar di dalam kehidupan manusia, sehingga tanpa kita sadari budaya ini telah mempengaruhi kehidupan manusia. Berdasarkan ilustrasi di atas, dapat disimpulkan bahwa kebudayaan mempengaruhi manusia dalam berperilaku. Namun, diera globalisasi saat ini dimana kita hidup di dua dunia yakni di dunia nyata dan Maya tanpa kita sadari banyak budaya-budaya baru yang masuk dalam kehidupan sehari-hari kita semua. Dalam lingkup sosial manusia membutuhkan yang namanya sosialisasi dimana ada hubungan dan interaksi serta timbal balik antara individu dengan kelompok maupun individu dengan individu yang lain dengan budaya dan kebiasaan yang berbeda-beda. Hal ini mengakibatkan banyak budaya baru yang masuk melalui media dunia nyata maupun dunia maya, mulai dari budaya dalam hal selera, sikap, berbicara, hingga berbusana dan bergaya. Dilihat dari sudut pandang seorang remaja dimana remaja adalah tahapan manusia dari anak-anak menuju dewasa yang isinya adalah memilih dan memilah gaya hidup yang menurut mereka cocok dengan dirinya, dimana pikiran dan nafsu yang masih menguasai sehingga susah untuk menentukan mana kebiasaan baik dan mana yang buruk sehingga banyak yang berusaha mementingkan nafsu dari pada hati dan pikiran. Diera serba bisa dan serba ada ini banyak hal dan informasi yang bisa didapatkan melalui dunia maya, dan tak sedikit pula mereka kaum remaja yang 2/4 hidupnya dalam sehari - hari dihabiskan untuk berada di dunia maya, hal ini membuat tingkat sosialisasi antara individu dengan individu yang lain di dunia nyata menurun dan pasif sehingga berdampak bagi budaya budaya baik di masyarakat yang lambat laun hilang dimakan zaman, banyak remaja masa kini yang lebih suka ikut bergabung dalam club atau komunitas dibanding dengan ikut organisasi disekolah atau karang taruna remaja. Untuk dikawasan Paciran sendiri telah terbentuk budaya baru dikalangan remaja. Mereka menyebut diri mereka "anak hits". Hits merupakan indikator yang sangat penting di era saat ini, mereka yang mendapat julukan tersebut adalah mereka yang selalu update dengan hal hal baru baik di dunia teknologi maupun dunia fashion sehingga disegani dan banyak diperhatikannya banyak orang. Hal ini menyebabkan pola hidup dan kebiasaan hidup yang konsumtif dimana mereka selalu membutuhkan barang dan jasa untuk memenuhi kepuasan akan kebutuhan mereka. Hal ini pun bukan kebiasaan yang baik untuk kalangan remaja yang harusnya prioritasnya adalah untuk belajar bukan untuk bergaya. Pengaruh dari dunia Maya khususnya dari dunia entertainment di berbagai media dimana banyak contoh contoh tokoh atau selebriti yang hidupnya serba ada dan serba baru . Hal ini yang menyebabkan budaya konsumtif sampai ke kalangan remaja, trend - trend baru yang mereka lakukan menyebabkan remaja berlomba-lomba dan berusaha agar dapat meniru dan mencoba gaya gaya baru seperti mereka. Bukan hal yang buruk juga untuk sekedar meniru trend yang sedang booming pada masanya, tapi ada kalanya kita sebagai remaja harus tau batas kemampuan kita yang saat ini masih menjadi remaja di lingkungan sekolah, jangan sampai berlebihan dan menyebabkan budaya hidup konsumtif, kalau masih remaja saja gaya hidupnya sudah konsumtif bagaimana kalau besok sudah dewasa dimana kebutuhan akan hidup semakin banyak. We must try to think of the future of our lives personally, because only we can change ourselves personally to our future. Im Mugi Pangestu Putu Hamka, thank you!!
Load Comments

Subscribe Our Newsletter