Mengenal Perguruan Silat Gajah Putih Paciran - Kabar Paciran -->
Baca artikel dan tutorial Android dan informasi gadget terbaik


"Gajah Putih secara filosofi mempunyai arti bahwa para anggota harus menjadi pribadi yang tidak sombong seperti gajah dan berhati suci seperti warna putihnya gajah,"


KABAR PACIRAN - Pencak silat merupakan ilmu beladiri sekaligus cabang olahraga asli nusantara. Ratusan perguruan silat (PS) banyak tersebar di penjuru Indonesia yang saat ini terhimpun di bawah Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia (IPSI). Salah satu perguruan pencak silat yang sudah diakui IPSI dari Desa Paciran yakni perguruan pencak silat Gajah Putih yang sudah berdiri sejak dekade 1980-an.




Ketua PS Gajah Putih, Sholihin menjelaskan, masuknya PS Gajah Putih dalam keanggotaan IPSI merupakan kesepakatan bersama. Pengurus kemudian mendaftarkan ke IPSI Lamongan tentang berdirinya sebuah perguruan silat olahraga dan tradisi. "Akhirnya tanggal 26 Januari 1991 Gajah Putih resmi menjadi anggota IPSI Kabupaten Lamongan," kenang Sholihin.




PS Gajah Putih sendiri awalnya berdiri pada tahun 1980 atas inisiatif dari para pemuda desa yang gemar dengan olahraga silat. Dari inisiatif itu mereka kemudian mencari sosok sesepuh sebagai pembina sekaligus guru yang dianggap mumpuni dalam keilmuan silat.





Pilihan itu kemudian jatuh pada sosok Bapak Abdur Rahim yang sudah malang-melintang dalam dunia persilatan. "Tahun 1960 beliau (Abdur Rahim, red) pernah juga memegang perguruan pencak silat bernama Gagak Rimang," lanjut Sholihin.


Untuk keanggotaan PS Gajah Putih, tercatat saat ini ada sekitar 200 orang lebih. Dan masih aktif melakukan kegiatan latihan pencak silat dan ilmu kebatinan seminggu dua kali di desa-desa yang berbeda.


"Latihannya hari Senin dan Kamis malam sehabis salat isya. Di Paciran, Blimbing, dan di Sendang. Tapi tempat saat kami meluluskan atau mengadakan persamaan biasanya di area sekolah Mazra'atul Ulum, Paciran," beber pria yang sehari-hari berprofesi sebagai guru tersebut.


Sedangkan mengenai lambang dan simbol PS Gajah Putih masing-masing mempunyai makna dan arti tersendiri. Sehingga setiap anggota atau saudara sepeguruan bisa meneladani dan menerapkan dalam kehidupan sehari-hari.


"Gajah Putih secara filosofi mempunyai arti bahwa para anggota harus menjadi pribadi yang tidak sombong seperti gajah dan berhati suci seperti warna putihnya gajah," terang Sholihin.


Penulis/editor : Amir Baihaqi
Foto: Iqfi Mubarok

Mengenal Perguruan Silat Gajah Putih Paciran



"Gajah Putih secara filosofi mempunyai arti bahwa para anggota harus menjadi pribadi yang tidak sombong seperti gajah dan berhati suci seperti warna putihnya gajah,"


KABAR PACIRAN - Pencak silat merupakan ilmu beladiri sekaligus cabang olahraga asli nusantara. Ratusan perguruan silat (PS) banyak tersebar di penjuru Indonesia yang saat ini terhimpun di bawah Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia (IPSI). Salah satu perguruan pencak silat yang sudah diakui IPSI dari Desa Paciran yakni perguruan pencak silat Gajah Putih yang sudah berdiri sejak dekade 1980-an.




Ketua PS Gajah Putih, Sholihin menjelaskan, masuknya PS Gajah Putih dalam keanggotaan IPSI merupakan kesepakatan bersama. Pengurus kemudian mendaftarkan ke IPSI Lamongan tentang berdirinya sebuah perguruan silat olahraga dan tradisi. "Akhirnya tanggal 26 Januari 1991 Gajah Putih resmi menjadi anggota IPSI Kabupaten Lamongan," kenang Sholihin.




PS Gajah Putih sendiri awalnya berdiri pada tahun 1980 atas inisiatif dari para pemuda desa yang gemar dengan olahraga silat. Dari inisiatif itu mereka kemudian mencari sosok sesepuh sebagai pembina sekaligus guru yang dianggap mumpuni dalam keilmuan silat.





Pilihan itu kemudian jatuh pada sosok Bapak Abdur Rahim yang sudah malang-melintang dalam dunia persilatan. "Tahun 1960 beliau (Abdur Rahim, red) pernah juga memegang perguruan pencak silat bernama Gagak Rimang," lanjut Sholihin.


Untuk keanggotaan PS Gajah Putih, tercatat saat ini ada sekitar 200 orang lebih. Dan masih aktif melakukan kegiatan latihan pencak silat dan ilmu kebatinan seminggu dua kali di desa-desa yang berbeda.


"Latihannya hari Senin dan Kamis malam sehabis salat isya. Di Paciran, Blimbing, dan di Sendang. Tapi tempat saat kami meluluskan atau mengadakan persamaan biasanya di area sekolah Mazra'atul Ulum, Paciran," beber pria yang sehari-hari berprofesi sebagai guru tersebut.


Sedangkan mengenai lambang dan simbol PS Gajah Putih masing-masing mempunyai makna dan arti tersendiri. Sehingga setiap anggota atau saudara sepeguruan bisa meneladani dan menerapkan dalam kehidupan sehari-hari.


"Gajah Putih secara filosofi mempunyai arti bahwa para anggota harus menjadi pribadi yang tidak sombong seperti gajah dan berhati suci seperti warna putihnya gajah," terang Sholihin.


Penulis/editor : Amir Baihaqi
Foto: Iqfi Mubarok
Load Comments

Subscribe Our Newsletter