Jumatan di Masjid Jami' Attaqwa - Kabar Paciran -->
Baca artikel dan tutorial Android dan informasi gadget terbaik

Jumatanku sejak dulu tidak pernah pindah dari masjid di utara jalan ini, kecuali beberapa sebab yaitu waktu bepergian dan waktu kuliah dulu setelah itu aku tidak pernah berpaling darinya.

Dulu sampai sekarang jumatan disana gak pernah berubah, baik tentang pembagian jadwal khotib, istiqomahnya tempat duduk bag jamaah salat jumat, dan salatnya jamaah yang ketinggalan rakaat salat.

Pembagian jadwal khotib yang didasarkan pada hari pasaran bagi kelompok keagamaan dan takmir jadi hal yang unik bagi jamaah dari luar desa karena ritual salat jumat dengan pembeda dikumandangkannya dua atau satu azan sesuai dengan sang khatib yang berbeda dengan masjid lainnya.

Jamaahnya pun punya kebiasaan yang sudah sangat dihapalkan oleh yang lain yaitu tentang tetapnya tempat duduk waktu khotbah dan salat jumat yang biasanya hanya bergeser beberapa saf saja dan itu dilakukan oleh banyak orang serta itu terjadi dibagian depan sampai teras luar, sampai ada cerita dari tentang peristiwa yang terjadi beberapa bulan yang lalu maka cara mengingatnya adalah " yo, insya allah iyo mergo Gombleh ora jumatan waktu iku. Lha kok iso ngono mergo Gombleh mbendino jumatan bek aku".

Terakhir tentang kebiasaan beberapa orang yang ketinggalan rakaat salat karena memang baru bangun tidur atau karena keasyikan guyon bagi anak-anak kecil yang akan mengeluarkan gerakan supernya ketika imam salat mau tahiyat akhir dengan langsung melakukan gerakan salat dengan kecepatan penuh sehingga ketika imam salat salam dia juga ikut salam, meskipun tidak semuanya seperti itu. Ritual terakhir jumatan disana adalah pengumuman hasil kotak minggu lalu dan pasti ada kata Hamba Allah.
Mesuwur temenan.


Foto : Beny Hasyim

Jumatan di Masjid Jami' Attaqwa


Jumatanku sejak dulu tidak pernah pindah dari masjid di utara jalan ini, kecuali beberapa sebab yaitu waktu bepergian dan waktu kuliah dulu setelah itu aku tidak pernah berpaling darinya.

Dulu sampai sekarang jumatan disana gak pernah berubah, baik tentang pembagian jadwal khotib, istiqomahnya tempat duduk bag jamaah salat jumat, dan salatnya jamaah yang ketinggalan rakaat salat.

Pembagian jadwal khotib yang didasarkan pada hari pasaran bagi kelompok keagamaan dan takmir jadi hal yang unik bagi jamaah dari luar desa karena ritual salat jumat dengan pembeda dikumandangkannya dua atau satu azan sesuai dengan sang khatib yang berbeda dengan masjid lainnya.

Jamaahnya pun punya kebiasaan yang sudah sangat dihapalkan oleh yang lain yaitu tentang tetapnya tempat duduk waktu khotbah dan salat jumat yang biasanya hanya bergeser beberapa saf saja dan itu dilakukan oleh banyak orang serta itu terjadi dibagian depan sampai teras luar, sampai ada cerita dari tentang peristiwa yang terjadi beberapa bulan yang lalu maka cara mengingatnya adalah " yo, insya allah iyo mergo Gombleh ora jumatan waktu iku. Lha kok iso ngono mergo Gombleh mbendino jumatan bek aku".

Terakhir tentang kebiasaan beberapa orang yang ketinggalan rakaat salat karena memang baru bangun tidur atau karena keasyikan guyon bagi anak-anak kecil yang akan mengeluarkan gerakan supernya ketika imam salat mau tahiyat akhir dengan langsung melakukan gerakan salat dengan kecepatan penuh sehingga ketika imam salat salam dia juga ikut salam, meskipun tidak semuanya seperti itu. Ritual terakhir jumatan disana adalah pengumuman hasil kotak minggu lalu dan pasti ada kata Hamba Allah.
Mesuwur temenan.


Foto : Beny Hasyim
Load Comments

Subscribe Our Newsletter