Laron Yang Berusaha Cari Jodoh, Manusia Yang Menggerutu - Kabar Paciran -->
Baca artikel dan tutorial Android dan informasi gadget terbaik


KABAR PACIRAN - Malam ini kawasan desa Paciran diguyur hujan yang cukup lebat, beberapa menit setelah hujan redah, ratusan ekor laron keluar dari sarangnya. Jumat (09/11/2018).

Imbas dari hujan tersebut membuat kondisi tanah menjadi lebih lembab. Pada saat itulah, serangga yang disebut Laron ini jalan bergegas dan menyeruak dari dalam tanah, jika diperkirakan jumlahnya ratusan bahkan lebih, pada saat keluar dari sarang lagaknya laron seperti mau berangkat ke medan pertempuran perang yang maha dahsyat.

Tak ayal lagi banyak manusia yang merasa terganggu dengan kondisi serbuan ratusan laron yang serba mendadak ini. Dipertemukan dengan serangan kilat yang tak terduga, pada akhirnya banyak manusia hanya bisa pasrah dan cuma bisa menggerutu sambil menyapu halaman rumah yang penuh dengan laron yang melakukan kamikaze.

"Opo gak kudu ngrempeyek laron teng kemrecek koyo gene, masio kenek gae gantine iwak seksok, tapi opo yoh sebanding karo resik-resik,e." Kata Cak AD (nama narasumber kami singkat dengan inisial, hal ini kami lakukan demi menjaga ketertibannya saat bersih-bersih rumah).

Masih menurut sambat Cak AD. "Ringget ku sak jagong-jagong, olehku resik-resik. Eh sanggoh gono olehe senggidane iku nek Endi? Ndek ditinggal metu sak jam-man ae, balik-balik kok wes kemriyek nek omah, lahiyo kumpul-kumpul gunuku loh Moyo opo? Opo dalam rangka nikah berjamaah." kata laki-laki ini menggerutu, sambil menyapu di dalam rumahnya.

"Gae pengalaman seksok neh, nek ape metu kepalang tak pateni lampune, jekene makanne lampu kok seng mara-marai." Pungkas Cak AD mengakhiri sambatnya.

Laron Yang Berusaha Cari Jodoh, Manusia Yang Menggerutu



KABAR PACIRAN - Malam ini kawasan desa Paciran diguyur hujan yang cukup lebat, beberapa menit setelah hujan redah, ratusan ekor laron keluar dari sarangnya. Jumat (09/11/2018).

Imbas dari hujan tersebut membuat kondisi tanah menjadi lebih lembab. Pada saat itulah, serangga yang disebut Laron ini jalan bergegas dan menyeruak dari dalam tanah, jika diperkirakan jumlahnya ratusan bahkan lebih, pada saat keluar dari sarang lagaknya laron seperti mau berangkat ke medan pertempuran perang yang maha dahsyat.

Tak ayal lagi banyak manusia yang merasa terganggu dengan kondisi serbuan ratusan laron yang serba mendadak ini. Dipertemukan dengan serangan kilat yang tak terduga, pada akhirnya banyak manusia hanya bisa pasrah dan cuma bisa menggerutu sambil menyapu halaman rumah yang penuh dengan laron yang melakukan kamikaze.

"Opo gak kudu ngrempeyek laron teng kemrecek koyo gene, masio kenek gae gantine iwak seksok, tapi opo yoh sebanding karo resik-resik,e." Kata Cak AD (nama narasumber kami singkat dengan inisial, hal ini kami lakukan demi menjaga ketertibannya saat bersih-bersih rumah).

Masih menurut sambat Cak AD. "Ringget ku sak jagong-jagong, olehku resik-resik. Eh sanggoh gono olehe senggidane iku nek Endi? Ndek ditinggal metu sak jam-man ae, balik-balik kok wes kemriyek nek omah, lahiyo kumpul-kumpul gunuku loh Moyo opo? Opo dalam rangka nikah berjamaah." kata laki-laki ini menggerutu, sambil menyapu di dalam rumahnya.

"Gae pengalaman seksok neh, nek ape metu kepalang tak pateni lampune, jekene makanne lampu kok seng mara-marai." Pungkas Cak AD mengakhiri sambatnya.
Load Comments

Subscribe Our Newsletter