Warga Sendangagung Temukan Mortir Peninggalan Belanda - Kabar Paciran -->
Baca artikel dan tutorial Android dan informasi gadget terbaik
KABAR PACIRAN - Nur Faidin (41) dan Ponidi (30) kaget bukan kepalang. Bermaksud ingin membersihkan lahan milik Kasdono malah menemukan 4 buah mortir berkarat yang diduga peninggalan zaman Belanda.

Kabar penemuan itu langsung mengundang kehebohan warga Desa Sendangagung, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan.

Dari informasi yang dihimpun Kabar Paciran, awalnya Nur Faidin dan Ponidi sedang membersihkan lahan yang rencananya akan dibangun perumahan. Nah, saat menggali tanah milik Pak Kasdono tersebut, tanpa sengaja Nur Faidin dan Ponidi menemukan seonggok besi berkarat (teyengen) mirip rudal.


Penasaran, kedua warga itu menggali untuk mencari lagi di sekitar lahan. Benar saja, mortir kedua dan ketiga ditemukan kembali. Namun kali ini mereka tak berani mengangkatnya. Penemuan itu langsung dilaporkan kepala desa setempat.

Kepala Desa Sendangagung Punut Supodo seperti dilansir detik.com membenarkan bahwa kedua warganya telah menemukan 4 mortir aktif. Mendapat laporan itu dari warganya, ia kemudian menghubungi Polsek dan Koramil Paciran.

"Tiga mortir yang ditemukan belum diangkat dari tanah. Kami langsung laporkan ke pihak berwajib," kata Punut, Selasa (25/12/2018).

Sementara itu, Kapolsek Paciran AKP Fandil mengatakan ke-4 mortir itu saat laporan masih dibiarkan di tempat lokasi dengan memberi garis polisi. Hal itu disebabkan pihaknya masih menunggu Tim Gegana Polda Jatim.

"Kondisinya sudah berkarat. Dugaannya peninggalan Belanda," tandas Fandil. (Amirho)

Warga Sendangagung Temukan Mortir Peninggalan Belanda

KABAR PACIRAN - Nur Faidin (41) dan Ponidi (30) kaget bukan kepalang. Bermaksud ingin membersihkan lahan milik Kasdono malah menemukan 4 buah mortir berkarat yang diduga peninggalan zaman Belanda.

Kabar penemuan itu langsung mengundang kehebohan warga Desa Sendangagung, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan.

Dari informasi yang dihimpun Kabar Paciran, awalnya Nur Faidin dan Ponidi sedang membersihkan lahan yang rencananya akan dibangun perumahan. Nah, saat menggali tanah milik Pak Kasdono tersebut, tanpa sengaja Nur Faidin dan Ponidi menemukan seonggok besi berkarat (teyengen) mirip rudal.


Penasaran, kedua warga itu menggali untuk mencari lagi di sekitar lahan. Benar saja, mortir kedua dan ketiga ditemukan kembali. Namun kali ini mereka tak berani mengangkatnya. Penemuan itu langsung dilaporkan kepala desa setempat.

Kepala Desa Sendangagung Punut Supodo seperti dilansir detik.com membenarkan bahwa kedua warganya telah menemukan 4 mortir aktif. Mendapat laporan itu dari warganya, ia kemudian menghubungi Polsek dan Koramil Paciran.

"Tiga mortir yang ditemukan belum diangkat dari tanah. Kami langsung laporkan ke pihak berwajib," kata Punut, Selasa (25/12/2018).

Sementara itu, Kapolsek Paciran AKP Fandil mengatakan ke-4 mortir itu saat laporan masih dibiarkan di tempat lokasi dengan memberi garis polisi. Hal itu disebabkan pihaknya masih menunggu Tim Gegana Polda Jatim.

"Kondisinya sudah berkarat. Dugaannya peninggalan Belanda," tandas Fandil. (Amirho)
Load Comments

Subscribe Our Newsletter