Butuh Waktu 44 Tahun Bagi Peru Untuk Menantang Brazil di Final Copa America - Kabar Paciran -->
Baca artikel dan tutorial Android dan informasi gadget terbaik
logo Copa America 2019 Brazil

KABAR.PACIRAN.COM — Peru butuh waktu 44 tahun untuk menuju partai puncak final Copa America 2019 di Brazil, setelah mengalahkan juara bertahan Chile dengan skor telak 3-0 di arena Do Gremio, Porto Alegre.

Dalam pertandingan tersebut, tim kesebelasan Peru tampil sangat menawan kala mengalahkan juara bertahan Chile. Gol-gol Peru dicetak lewat Edison Flores pada menit ke 21, Yoshimar Youtun menit 38, dan gol ketiga terjadi di babak kedua pada menit ke 91 oleh Paolo Guerrero.

Stadion Olimpico, venue Final Copa America 1975

Peru tampil terakhir kalinya di partai puncak pada tahun 1975. Dalam sejarah keikutsertaannya di turnamen Copa America, Peru baru dua kali menjadi juara dalam turnamen terbesar di America Selatan itu, yaitu pada tahun 1939 ketika masih memakai format yang berbeda.

Kala itu Copa America masih bernama South American Championship yang hanya diikuti oleh lima tim yakni Peru, Paraguay, Uruguay, Ekuador, dan Chile. Kelima tim saling bertanding, dan juaranya ditentukan lewat perolehan poin terbanyak.

Pada tahun itu pula Peru menjadi tuan rumah dan berhasil meraih gelar juara untuk pertama kalinya dengan mengalahkan Uruguay dengan skor 2-1 di stadion Nacional.

Gol-gol kemenangan Peru kala itu dicetak oleh Jorge Alcalde di menit ketujuh dan Bielich di menit ke-35, sedangkan gol balasan Uruguay dicetak oleh Roberto Porta pada menit ke-44.

Pada tahun 1975 yaitu tahun pertama sejak berganti nama menjadi Copa America, Peru meraih gelar keduanya setelah mengalahkan Kolombia di partai puncak dengan skor 1-0 yang diselenggarakan di Venezuela. Gol satu-satunya Peru dicetak oleh Hugo Sotil pada menit ke-25.

Catatan Redaksi: Final Copa America tahun 1975 digelar hingga 3 Kali pertandingan. 2 pertandingan dengan sistem home away. Kala itu, karena masing-masing tim saling mengalahkan dan belum ada metode penentuan kemenangan dengan selisih gol atau agresifitas tandang-kandang maka diadakan Final Penentuan (play-off) yang dimenangkan oleh Peru. Referensi via Wikipedia

Final Copa America 2019: Brazil vs Peru

Pada Copa America edisi 2019 yang digelar di Brazil kali ini, Peru berhasil lolos ke final dengan mengalahkan Chile telak 3 - 0. Sementara Brazil sudah terlebih lebih dulu memastikan tiket finalnya setelah melumpuhkan Argentina dengan skor 2 - 0.

Akankah Peru meraih gelar ketiganya ketika berhadapan dengan tuan rumah Brasil di laga final Copa America 2019 yang akan digelar di stadion Maracana.

Ataukah Brazil yang akan menjadi juara untuk yang ke sembilan kalinya yang sudah dinanti-nanti selama 12 tahun? Kita tunggu saja hasilnya pada hari senin depan, 8 Juli 2019.

Pertandingan final ini akan berlangsung pada pukul 03.00 WIB pagi waktu Indonesia. Namun sayangnya tidak ada satupun stasiun TV nasional yang menayangkan perhelatan akbar ini. Anda bisa menyaksikan laga final lewat TV kabel atau streaming TV daring.

Penulis: Cak Sony, seorang pengagum Masimo Moratti, juragan minyak yang tergila-gila dengan club sepakbola Intermilan dan club Semenjana itu yang menautkan keduanya akan sepakbola

Butuh Waktu 44 Tahun Bagi Peru Untuk Menantang Brazil di Final Copa America

logo Copa America 2019 Brazil

KABAR.PACIRAN.COM — Peru butuh waktu 44 tahun untuk menuju partai puncak final Copa America 2019 di Brazil, setelah mengalahkan juara bertahan Chile dengan skor telak 3-0 di arena Do Gremio, Porto Alegre.

Dalam pertandingan tersebut, tim kesebelasan Peru tampil sangat menawan kala mengalahkan juara bertahan Chile. Gol-gol Peru dicetak lewat Edison Flores pada menit ke 21, Yoshimar Youtun menit 38, dan gol ketiga terjadi di babak kedua pada menit ke 91 oleh Paolo Guerrero.

Stadion Olimpico, venue Final Copa America 1975

Peru tampil terakhir kalinya di partai puncak pada tahun 1975. Dalam sejarah keikutsertaannya di turnamen Copa America, Peru baru dua kali menjadi juara dalam turnamen terbesar di America Selatan itu, yaitu pada tahun 1939 ketika masih memakai format yang berbeda.

Kala itu Copa America masih bernama South American Championship yang hanya diikuti oleh lima tim yakni Peru, Paraguay, Uruguay, Ekuador, dan Chile. Kelima tim saling bertanding, dan juaranya ditentukan lewat perolehan poin terbanyak.

Pada tahun itu pula Peru menjadi tuan rumah dan berhasil meraih gelar juara untuk pertama kalinya dengan mengalahkan Uruguay dengan skor 2-1 di stadion Nacional.

Gol-gol kemenangan Peru kala itu dicetak oleh Jorge Alcalde di menit ketujuh dan Bielich di menit ke-35, sedangkan gol balasan Uruguay dicetak oleh Roberto Porta pada menit ke-44.

Pada tahun 1975 yaitu tahun pertama sejak berganti nama menjadi Copa America, Peru meraih gelar keduanya setelah mengalahkan Kolombia di partai puncak dengan skor 1-0 yang diselenggarakan di Venezuela. Gol satu-satunya Peru dicetak oleh Hugo Sotil pada menit ke-25.

Catatan Redaksi: Final Copa America tahun 1975 digelar hingga 3 Kali pertandingan. 2 pertandingan dengan sistem home away. Kala itu, karena masing-masing tim saling mengalahkan dan belum ada metode penentuan kemenangan dengan selisih gol atau agresifitas tandang-kandang maka diadakan Final Penentuan (play-off) yang dimenangkan oleh Peru. Referensi via Wikipedia

Final Copa America 2019: Brazil vs Peru

Pada Copa America edisi 2019 yang digelar di Brazil kali ini, Peru berhasil lolos ke final dengan mengalahkan Chile telak 3 - 0. Sementara Brazil sudah terlebih lebih dulu memastikan tiket finalnya setelah melumpuhkan Argentina dengan skor 2 - 0.

Akankah Peru meraih gelar ketiganya ketika berhadapan dengan tuan rumah Brasil di laga final Copa America 2019 yang akan digelar di stadion Maracana.

Ataukah Brazil yang akan menjadi juara untuk yang ke sembilan kalinya yang sudah dinanti-nanti selama 12 tahun? Kita tunggu saja hasilnya pada hari senin depan, 8 Juli 2019.

Pertandingan final ini akan berlangsung pada pukul 03.00 WIB pagi waktu Indonesia. Namun sayangnya tidak ada satupun stasiun TV nasional yang menayangkan perhelatan akbar ini. Anda bisa menyaksikan laga final lewat TV kabel atau streaming TV daring.

Penulis: Cak Sony, seorang pengagum Masimo Moratti, juragan minyak yang tergila-gila dengan club sepakbola Intermilan dan club Semenjana itu yang menautkan keduanya akan sepakbola

Load Comments

Subscribe Our Newsletter