Lubang Pemerintahan Indonesia - Kabar Paciran -->
Baca artikel dan tutorial Android dan informasi gadget terbaik
KABAR.PACIRAN.COM - Korupsi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah penyelewengan atau penyalahgunaan uang negara (perusahaan dan sebagainya) untuk keuntungan pribadi atau orang lain.

Ada beberapa kata-kata bijak dari kata korupsi yang dikatakan oleh beberapa orang, diantaranya: Ini kekeliruan dunia pendidikan kita, yang menganggap mata pelajaran sains lebih penting, dan mendiskriminasi budi pekerti. Akibatnya banyak anak cerdas yang justru terjerumus dalam narkoba, seks bebas, tawuran, dan korupsi ketika dewasa. - Seto Mulyadi.

Sekarang kita tahu arti sebenarnya dari sebuah kata "korupsi", sebuah kata yang sangat dibenci oleh masyarakat, sebuah kata yang menjadi perusak negara, kata yang terdengar Indah hanya untuk dirinya.

Mereka bilang korupsi membuatnya kaya, mereka bilang korupsi membuatnya senang, korupsi membuatnya bahagia, korupsi membuatnya tenang. Sungguh semua itu bohong, jika memang kaya maka itu adalah awal dari kemiskinan, jika memang senang dan bahagia semua itu awal dari penderitaan, jika memang tenang maka semua itu akan menjadi awal dari sebuah kekhawatiran. Dosa si Pemakan uang rakyat, penjara dunia mungkin memang tak bisa membuatnya jera, tapi ingat masih ada penjara akhirat yang akan mengadili dan menghukum yang berdosa.

Mimpi seluruh rakyat adalah Indonesia Bebas Korupsi, mengapa saya mengatakan semua itu hanya mimpi? Karena harapan kita, harapan seluruh rakyat Indonesia yang menjerit menangis karena masalah ekonomi sangat jauh sekali dari realita. Indonesia Bebas Korupsi? Bagaimana bisa? Jikalau orang yang korupsi dipenjara bagaikan tinggal di sebuah hotel, fasilitas lengkap, tempat tidur empuk, bisa jalan-jalan, itu yang namanya penjara? Sepertinya Indonesia butuh perbaikan yang lebih kompleks lagi mengenai konflik korupsi. Mengapa demikian? Karena lihat realita sekarang, polisi tunduk pada orang korupsi, karena apa? Mereka disogok mereka buta harta dan mereka takut jabatan mereka terancam, karena si Pemakan uang rakyat adalah para pejabat-pejabat elit yang gajinya saja puluhan juta.

Tidak pernahkah mereka berpikir rakyat bawah? Tidak pernahkah mereka ikut merasakan apa yang rakyat bawah rasakan? Kelaparan, kehausan, kehujanan, karena apa? Karena uang yang harusnya digunakan untuk memenuhi kebutuhan Indonesia, Uang yang harusnya digunakan untuk memajukan Indonesia, malah mereka gunakan semena-mena, mereka makan sendiri, mereka nikmati untuk sebuah kesenangan sesaat.

Tidak pernahkah mereka berpikir bahwa uang yang mereka berikan kepada anak istrinya adalah uang haram, uang yang tak seharusnya dipakai untuk menafkahi keluarga? Tidak kasihanilah mereka kepada keluarganya yang memakan uang haram? Ikut andil dosa padahal tak tahu apa-apa. Sadarkah mereka dengan semua itu?

Sayangnya mereka tak pernah sadar, bagaimana bisa sadar jika kenikmatan saat korupsi lebih banyak dari pada hukumannya yang hanya formalitas, hukuman yang hanya dibuat semata-mata supaya rakyat tidak melakukan demo dan orasi menuntut keadilan. Huh ficik sekali negara ini, munafik sekali pejabatnya.

Tikus-tikus berdasi, julukan itu pantas bagi mereka yang suka memakan uang rakyat, mereka yang sangat senang melihat penderitaan rakyat. Miris sekali dengan ironi bumi Pertiwi, korupsi sudah dianggap hal biasa dan lumrah, apa kabar masa depan Indonesia di tangan para tikus-tikus berdasi?

Sekarang pemerintahan Indonesia sudah berlubang, dan lubangnya sudah sangat menganga, digali dan terus digali oleh pejabat yang tak bermartabat. Rasa malu sepertinya sudah hilang dari diri mereka, uang memang segalanya, bisa menjadikan seseorang buta akan semuanya, melupakan iman, melupakan dosa, semua lenyap hanya karena uang yang tak seberapa.

Lantas apa yang kita lakukan untuk memperbaiki semuanya?
Jika kita ingin memperbaiki semuanya maka kita bisa melakukan beberapa hal berikut:

1. Kita bekerja sama, bahu membahu untuk membangun Indonesia yang lebih baik, Indonesia yang transparan tidak ada yang disembunyikan, semua transparan harus dilaporkan dari para penanggung jawab kepada warga melalui dewan perwakilan warga.

2. Diadakan sebuah forum aspirasi dan diskusi supaya warga bisa menyampaikan aspirasi dan keluh kesah nya kepada para pejabat melalui dewan perwakilan rakyat, supaya apa? Supaya masalah yang ada akan segera terselesaikan, dan aspirasi yang baik dan bagus bisa disalurkan menjadi sebuah program untuk memajukan Indonesia.

3. Pilihlah pejabat berdasarkan hati nurani, bukan berdasarkan uang, mereka yang menjadi pejabat itu adalah pilihan kita, berarti kita telah memilih orang yang salah, maka pilihlah orang yang benar dan tepat.

4. Jalankan hukum sesuai dengan fungsinya, hilangkan pepatah yang mengatakan "Hukum Di Indonesia tajam ke bawah tumpul ke atas." yang namanya hukum harus selalu adil kepada siapapun dan dalam kondisi apapun.

Di hari anti korupsi yang selalu diperingati setiap tanggal 9 Desember, mari kita sama-sama menyongsong Indonesia yang lebih baik, Indonesia yang bebas korupsi, bukan hanya mimpi tapi menjadi sebuah kenyataan abadi yang tidak terganti.


By: Fikri Z. I
(Pegiat Rumah Baca Api Literasi)

Sumber foto; Kampung Nusantara

Lubang Pemerintahan Indonesia

KABAR.PACIRAN.COM - Korupsi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah penyelewengan atau penyalahgunaan uang negara (perusahaan dan sebagainya) untuk keuntungan pribadi atau orang lain.

Ada beberapa kata-kata bijak dari kata korupsi yang dikatakan oleh beberapa orang, diantaranya: Ini kekeliruan dunia pendidikan kita, yang menganggap mata pelajaran sains lebih penting, dan mendiskriminasi budi pekerti. Akibatnya banyak anak cerdas yang justru terjerumus dalam narkoba, seks bebas, tawuran, dan korupsi ketika dewasa. - Seto Mulyadi.

Sekarang kita tahu arti sebenarnya dari sebuah kata "korupsi", sebuah kata yang sangat dibenci oleh masyarakat, sebuah kata yang menjadi perusak negara, kata yang terdengar Indah hanya untuk dirinya.

Mereka bilang korupsi membuatnya kaya, mereka bilang korupsi membuatnya senang, korupsi membuatnya bahagia, korupsi membuatnya tenang. Sungguh semua itu bohong, jika memang kaya maka itu adalah awal dari kemiskinan, jika memang senang dan bahagia semua itu awal dari penderitaan, jika memang tenang maka semua itu akan menjadi awal dari sebuah kekhawatiran. Dosa si Pemakan uang rakyat, penjara dunia mungkin memang tak bisa membuatnya jera, tapi ingat masih ada penjara akhirat yang akan mengadili dan menghukum yang berdosa.

Mimpi seluruh rakyat adalah Indonesia Bebas Korupsi, mengapa saya mengatakan semua itu hanya mimpi? Karena harapan kita, harapan seluruh rakyat Indonesia yang menjerit menangis karena masalah ekonomi sangat jauh sekali dari realita. Indonesia Bebas Korupsi? Bagaimana bisa? Jikalau orang yang korupsi dipenjara bagaikan tinggal di sebuah hotel, fasilitas lengkap, tempat tidur empuk, bisa jalan-jalan, itu yang namanya penjara? Sepertinya Indonesia butuh perbaikan yang lebih kompleks lagi mengenai konflik korupsi. Mengapa demikian? Karena lihat realita sekarang, polisi tunduk pada orang korupsi, karena apa? Mereka disogok mereka buta harta dan mereka takut jabatan mereka terancam, karena si Pemakan uang rakyat adalah para pejabat-pejabat elit yang gajinya saja puluhan juta.

Tidak pernahkah mereka berpikir rakyat bawah? Tidak pernahkah mereka ikut merasakan apa yang rakyat bawah rasakan? Kelaparan, kehausan, kehujanan, karena apa? Karena uang yang harusnya digunakan untuk memenuhi kebutuhan Indonesia, Uang yang harusnya digunakan untuk memajukan Indonesia, malah mereka gunakan semena-mena, mereka makan sendiri, mereka nikmati untuk sebuah kesenangan sesaat.

Tidak pernahkah mereka berpikir bahwa uang yang mereka berikan kepada anak istrinya adalah uang haram, uang yang tak seharusnya dipakai untuk menafkahi keluarga? Tidak kasihanilah mereka kepada keluarganya yang memakan uang haram? Ikut andil dosa padahal tak tahu apa-apa. Sadarkah mereka dengan semua itu?

Sayangnya mereka tak pernah sadar, bagaimana bisa sadar jika kenikmatan saat korupsi lebih banyak dari pada hukumannya yang hanya formalitas, hukuman yang hanya dibuat semata-mata supaya rakyat tidak melakukan demo dan orasi menuntut keadilan. Huh ficik sekali negara ini, munafik sekali pejabatnya.

Tikus-tikus berdasi, julukan itu pantas bagi mereka yang suka memakan uang rakyat, mereka yang sangat senang melihat penderitaan rakyat. Miris sekali dengan ironi bumi Pertiwi, korupsi sudah dianggap hal biasa dan lumrah, apa kabar masa depan Indonesia di tangan para tikus-tikus berdasi?

Sekarang pemerintahan Indonesia sudah berlubang, dan lubangnya sudah sangat menganga, digali dan terus digali oleh pejabat yang tak bermartabat. Rasa malu sepertinya sudah hilang dari diri mereka, uang memang segalanya, bisa menjadikan seseorang buta akan semuanya, melupakan iman, melupakan dosa, semua lenyap hanya karena uang yang tak seberapa.

Lantas apa yang kita lakukan untuk memperbaiki semuanya?
Jika kita ingin memperbaiki semuanya maka kita bisa melakukan beberapa hal berikut:

1. Kita bekerja sama, bahu membahu untuk membangun Indonesia yang lebih baik, Indonesia yang transparan tidak ada yang disembunyikan, semua transparan harus dilaporkan dari para penanggung jawab kepada warga melalui dewan perwakilan warga.

2. Diadakan sebuah forum aspirasi dan diskusi supaya warga bisa menyampaikan aspirasi dan keluh kesah nya kepada para pejabat melalui dewan perwakilan rakyat, supaya apa? Supaya masalah yang ada akan segera terselesaikan, dan aspirasi yang baik dan bagus bisa disalurkan menjadi sebuah program untuk memajukan Indonesia.

3. Pilihlah pejabat berdasarkan hati nurani, bukan berdasarkan uang, mereka yang menjadi pejabat itu adalah pilihan kita, berarti kita telah memilih orang yang salah, maka pilihlah orang yang benar dan tepat.

4. Jalankan hukum sesuai dengan fungsinya, hilangkan pepatah yang mengatakan "Hukum Di Indonesia tajam ke bawah tumpul ke atas." yang namanya hukum harus selalu adil kepada siapapun dan dalam kondisi apapun.

Di hari anti korupsi yang selalu diperingati setiap tanggal 9 Desember, mari kita sama-sama menyongsong Indonesia yang lebih baik, Indonesia yang bebas korupsi, bukan hanya mimpi tapi menjadi sebuah kenyataan abadi yang tidak terganti.


By: Fikri Z. I
(Pegiat Rumah Baca Api Literasi)

Sumber foto; Kampung Nusantara
Load Comments

Subscribe Our Newsletter