Polres Lamongan Ringkus 8 Orang Pengedar Sabu Di Paciran - Kabar Paciran -->
Baca artikel dan tutorial Android dan informasi gadget terbaik

LAMONGAN, KABAR.PACIRAN.COM — Nasib apes dialami M Laek (30) warga Desa Kemantren, Kecamatan Paciran Kab. Lamongan. Untuk menutupi aksinya sebagai pengedar sabu, Laek nekat menyimpan puluhan klip sabu di atas plafon rumahnya. Namun aksinya terendus Satuan Reserse Narkoba Polres Lamongan.


Laek ditangkap setelah salah satu penggunanya ditangkap polisi. Pengembangan dilakukan hingga menyebut nama pelaku. Polisi langsung melakukan penangkapan. Semula Laek mengelak. Namun akhirnya polisi melakukan penggeledahan di rumah pelaku. Polisi melakukan penggeledahan setiap inci ruangan rumahnya. Hingga akhirnya, polisi menemukan barang bukti yang disembunyikan pelaku yang sudah ditetapkan sebagai tersangka ini.


Laek menyimpan barang haram tersebut di dalam kotak yang berisi 14 klip plastik narkotika jenis sabu, masing-masing dengan berat kotor 0,18 gram.


Polres Lamongan ringkus 8 pemakai dan pengedar yang berhasil diamankan se/figcaption>


"Tersangka pengedar ini semula mengelak ketika ditanya, tapi polisi kemudian menggeledah rumah tersangka dan mendapati sabu di dalam sebuah kotak di atas plafon rumah," kata Kapolres Lamongan AKBP Harun kepada wartawan di Mapolres Lamongan, Senin (3/2/2020).


"Tersangka pun tidak bisa berkutik ketika polisi berhasil mendapatkan bukti dan pelaku mengaku kalau barang-barang tersebut adalah titipan," tambah Harun.


Dikatakan oleh Harun, selain berhasil menangkap Laek, Satreskoba Polres Lamongan juga menangkap 8 orang pengguna dan pengedar sabu-sabu lainnya dari 6 kasus yang berhasil diungkap petugas. Terhitung, kata Harun, selama 1 bulan ini ada 13 perkara narkoba berhasil dibongkar dan puluhan tersangka diamankan berikut barang buktinya.


Ke 8 pemakai dan pengedar yang berhasil diamankan selain M Laek adalah M Sofyan (33) warga Desa/Kecamatan Ploso, Jombang, Agus Prasetyo (27) warga Desa Kranji, Kecamatan Paciran, Toni Setyo Purnomo (31) dan M Busro (27) keduanya warga Desa Kemantren, Kecamatan Paciran, Hartono (43) warga Desa Tlogosadang, Kecamatan Paciran, Eri Hermanto (53) warga Desa Baturono, Kecamatan Sukodadi, Marsely Sandra (39) warga Jalan Andansari, Kecamatan Lamongan dan Ulumy (26) warga Desa Kranji, Kecamatan Paciran.


"Dari tangan para pelaku ini, polisi berhasil mengamankan puluhan klip pastik sabu-sabu yang siap edar dan juga sejumlah pipet dan alat hisap serta timbangan dan alat komunikasi," tuturnya.


Harun menegaskan, para tersangka yang sudah berhasil diamankan petugas ini akan dijerat dengan pasal 112 UU nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman 4 dan paling lama 12 tahun dan denda Rp 8 miliar.


Dia mengungkapkan, ada kecenderungan para tersangka pengguna dan pengedar memutus mata rantai sang pemasok alias bandar. Harun juga memastikan tidak pantang menyerah dan akan terus memberantas barang haram ini hingga ke tingkat bandar.


"Kami mengajak semua semua elemen masyarakat untuk berperan membentengi Lamongan agar tidak menjadi wilayah subur peredaran narkoba karena Lamongan dikenal sebagai kota santri sehingga harus bersih dari peredaran segala jenis narkoba," tandas Harun.


sumber: detik.com


Polres Lamongan Ringkus 8 Orang Pengedar Sabu Di Paciran

LAMONGAN, KABAR.PACIRAN.COM — Nasib apes dialami M Laek (30) warga Desa Kemantren, Kecamatan Paciran Kab. Lamongan. Untuk menutupi aksinya sebagai pengedar sabu, Laek nekat menyimpan puluhan klip sabu di atas plafon rumahnya. Namun aksinya terendus Satuan Reserse Narkoba Polres Lamongan.


Laek ditangkap setelah salah satu penggunanya ditangkap polisi. Pengembangan dilakukan hingga menyebut nama pelaku. Polisi langsung melakukan penangkapan. Semula Laek mengelak. Namun akhirnya polisi melakukan penggeledahan di rumah pelaku. Polisi melakukan penggeledahan setiap inci ruangan rumahnya. Hingga akhirnya, polisi menemukan barang bukti yang disembunyikan pelaku yang sudah ditetapkan sebagai tersangka ini.


Laek menyimpan barang haram tersebut di dalam kotak yang berisi 14 klip plastik narkotika jenis sabu, masing-masing dengan berat kotor 0,18 gram.


Polres Lamongan ringkus 8 pemakai dan pengedar yang berhasil diamankan se/figcaption>


"Tersangka pengedar ini semula mengelak ketika ditanya, tapi polisi kemudian menggeledah rumah tersangka dan mendapati sabu di dalam sebuah kotak di atas plafon rumah," kata Kapolres Lamongan AKBP Harun kepada wartawan di Mapolres Lamongan, Senin (3/2/2020).


"Tersangka pun tidak bisa berkutik ketika polisi berhasil mendapatkan bukti dan pelaku mengaku kalau barang-barang tersebut adalah titipan," tambah Harun.


Dikatakan oleh Harun, selain berhasil menangkap Laek, Satreskoba Polres Lamongan juga menangkap 8 orang pengguna dan pengedar sabu-sabu lainnya dari 6 kasus yang berhasil diungkap petugas. Terhitung, kata Harun, selama 1 bulan ini ada 13 perkara narkoba berhasil dibongkar dan puluhan tersangka diamankan berikut barang buktinya.


Ke 8 pemakai dan pengedar yang berhasil diamankan selain M Laek adalah M Sofyan (33) warga Desa/Kecamatan Ploso, Jombang, Agus Prasetyo (27) warga Desa Kranji, Kecamatan Paciran, Toni Setyo Purnomo (31) dan M Busro (27) keduanya warga Desa Kemantren, Kecamatan Paciran, Hartono (43) warga Desa Tlogosadang, Kecamatan Paciran, Eri Hermanto (53) warga Desa Baturono, Kecamatan Sukodadi, Marsely Sandra (39) warga Jalan Andansari, Kecamatan Lamongan dan Ulumy (26) warga Desa Kranji, Kecamatan Paciran.


"Dari tangan para pelaku ini, polisi berhasil mengamankan puluhan klip pastik sabu-sabu yang siap edar dan juga sejumlah pipet dan alat hisap serta timbangan dan alat komunikasi," tuturnya.


Harun menegaskan, para tersangka yang sudah berhasil diamankan petugas ini akan dijerat dengan pasal 112 UU nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman 4 dan paling lama 12 tahun dan denda Rp 8 miliar.


Dia mengungkapkan, ada kecenderungan para tersangka pengguna dan pengedar memutus mata rantai sang pemasok alias bandar. Harun juga memastikan tidak pantang menyerah dan akan terus memberantas barang haram ini hingga ke tingkat bandar.


"Kami mengajak semua semua elemen masyarakat untuk berperan membentengi Lamongan agar tidak menjadi wilayah subur peredaran narkoba karena Lamongan dikenal sebagai kota santri sehingga harus bersih dari peredaran segala jenis narkoba," tandas Harun.


sumber: detik.com


Load Comments

Subscribe Our Newsletter