Cegah COVID-19, Simak Tips untuk Tingkatkan Imun Tubuh - Kabar Paciran -->
Baca artikel dan tutorial Android dan informasi gadget terbaik

KABAR.PACIRAN.COM — Saat ini, kekhawatiran terkait infeksi virus corona masih terus terjadi. Pasalnya, kasus infeksi virus ini telah dikonfirmasi di sebagian besar negara di dunia, termasuk di Indonesia.


Meskipun tingkat kematian jauh lebih rendah dibandingkan tingkat kesembuhan yang terjadi, penyebarannya yang cepat membuat orang-orang perlu melakukan tindakan pencegahan. Salah satunya adalah dengan meningkatkan daya tahan tubuh atau sistem imun.


Mengutip The Guardian, menurut Profesor Imunologi di University of Manchester, Sheena Cruickshank, untuk mengetahui bagaimana merawat sistem imun, seseorang harus memahami kekuatannya terlebih dahulu.


Sistem Imun


Ilustrasi: Shutterstock


"Ketika Anda bersentuhan dengan kuman yang belum pernah dikenali tubuh sebelumnya, Anda memiliki berbagai penghalang untuk mencoba menghentikannya masuk ke tubuh anda," kata Sheena.


Adapun contoh-contoh penghalang tersebut adalah kulit, ingus, dan mikrobiome.


Sementara, di bawahnya, tubuh kita dipenuhi oleh sel-sel epitel yang sangat sulit untuk dilalui.


Mereka memproduksi antimikroba termasuk yang paling relevan dengan virus corona, yaitu senyawa antivirus yang cukup berlawanan.


Jika patogen melewati pertahanan ini, ia harus melawan sel darah putih atau sel kekebalan tubuh.


Sel-sel tersebut akan menghadapi virus tanpa disadari. Sistem ini juga merupakan dasar dari vaksinasi.


Namun demikian, menurut Sheena, sistem imun memiliki titik buta. Artinya, respons imun tidak dapat mengenali virus atau kuman tertentu.


Akan tetapi, Sheena menyebut bahwa gaya hidup yang sehat akan memastikan pertahanan tubuh dapat melawan virus-virus asing ini.


Selain itu, berikut adalah sejumlah tips yang dapat dilakukan untuk meningkatkan daya tahan tubuh atau sistem imun ini:


1. Mengonsumsi makanan tinggi serat


"Kita hidup dalam hubungan simbiotik dengan bakteri usus kita," kata Presiden British Society for Immunologi dan Profesor di University of College, London, Arne Akbar.


Mikroba tidak hanya membentuk pelindung tubuh, tetapi juga program sistem imun. Hewan hasil perkembangbiakan yang tidak mempunyai mikrobioma cenderung memiliki respons imun yang berkembang dengan kurang baik.


Sementara, orang dengan usia lanjut dan memiliki penyakit yang ditandai peradangan seperti alergi, asma, atau diabetes, cenderung memiliki mikrobioma usus yang kurang bervariasi.


Oleh karena itu, Sheena merekomendasikan pengonsumsian makanan yang bervariasi dengan serat tinggi.


Sebab, semakin banyak makanan nabati yang dikonsumsi, akan semakin baik.


"Mikrobioma sangat menyukai serat, kacang-kacangan, dan makanan fermentasi," tambahnya.


2. Meghindari paparan sinar UV


Mikrobioma kulit juga sangat penting, tetapi sedikit yang mengetahuinya. Paparan sinar ultraviolet yang intens dapat berdampak negatif, yaitu melemahkan fungsi perlindungan.


Mencuci dengan sabun yang terlalu kuat dan menggunakan produk antibakteri juga tidak bersahabat dengan mikrobioma kulit.


"Kombinasi parfum dan pelembab mungkin juga memiliki efek," kata Sheena.


3. Berolahraga


Agar bugar secara keseluruhan, kesehatan fisik juga patut diperhatikan.


"Sel darah putih dapat menjadi tidak aktif. Namun, olahraga dapat memobilisasi mereka dan meningkatkan aliran darah Anda sehingga mereka dapat melakukan pekerjaan pengawasan mereka untuk mencari hingga menghancurkan virus atau benda asing di bagian tubuh lainnya," kata Akbar.


Misalnya, adalah melakukan olahraga setiap hari setidaknya 150 menit dalam satu minggu untuk kegiatan aerobik moderat (hiking, berkebun, bersepeda) atau 75 menit aktivitas bertenaga (berlari, berenang cepat, kelas aerobik), sesuai kemampuan masing-masing.


Sementara, untuk orang yang lebih tua dan lebih rentan infeksi, olahraga apa pun yang mungkin dilakukan sangat dianjutkan.


4. Hindari minum alkohol


"Beberapa penelitian menyebutkan bahwa sistem pertahanan tubuh menjadi tidak begitu efektif pada orang yang mengonsumsi alkohol," kata Sheena.


Selain itu, pengonsumsian alkohol yang tinggi dapat menyebabkan penguranan limfosit. Jadi, saat virus menyerang, sistem imun menjadi tidak dapat menahan atau melawannya.


5. Tidur cukup


Berolahraga dan makan sehat dapat membantu seseorang untuk tidur lebih baik. Sebuah studi menunjukkan bahwa kurang tidur dapat mengganggu kemampuan melawan penyakit dari jenis limfosit yang disebut sebagai sel T.


Penelitian tersebut menjelaskan pentingnya bioritme alami secara keseluruhan.


"Jika anda memiliki pola tidur teratur, anda memiliki ritme tubuh dan semuanya baik-baik saja," jelas Akbar.


(MKD)

Cegah COVID-19, Simak Tips untuk Tingkatkan Imun Tubuh

KABAR.PACIRAN.COM — Saat ini, kekhawatiran terkait infeksi virus corona masih terus terjadi. Pasalnya, kasus infeksi virus ini telah dikonfirmasi di sebagian besar negara di dunia, termasuk di Indonesia.


Meskipun tingkat kematian jauh lebih rendah dibandingkan tingkat kesembuhan yang terjadi, penyebarannya yang cepat membuat orang-orang perlu melakukan tindakan pencegahan. Salah satunya adalah dengan meningkatkan daya tahan tubuh atau sistem imun.


Mengutip The Guardian, menurut Profesor Imunologi di University of Manchester, Sheena Cruickshank, untuk mengetahui bagaimana merawat sistem imun, seseorang harus memahami kekuatannya terlebih dahulu.


Sistem Imun


Ilustrasi: Shutterstock


"Ketika Anda bersentuhan dengan kuman yang belum pernah dikenali tubuh sebelumnya, Anda memiliki berbagai penghalang untuk mencoba menghentikannya masuk ke tubuh anda," kata Sheena.


Adapun contoh-contoh penghalang tersebut adalah kulit, ingus, dan mikrobiome.


Sementara, di bawahnya, tubuh kita dipenuhi oleh sel-sel epitel yang sangat sulit untuk dilalui.


Mereka memproduksi antimikroba termasuk yang paling relevan dengan virus corona, yaitu senyawa antivirus yang cukup berlawanan.


Jika patogen melewati pertahanan ini, ia harus melawan sel darah putih atau sel kekebalan tubuh.


Sel-sel tersebut akan menghadapi virus tanpa disadari. Sistem ini juga merupakan dasar dari vaksinasi.


Namun demikian, menurut Sheena, sistem imun memiliki titik buta. Artinya, respons imun tidak dapat mengenali virus atau kuman tertentu.


Akan tetapi, Sheena menyebut bahwa gaya hidup yang sehat akan memastikan pertahanan tubuh dapat melawan virus-virus asing ini.


Selain itu, berikut adalah sejumlah tips yang dapat dilakukan untuk meningkatkan daya tahan tubuh atau sistem imun ini:


1. Mengonsumsi makanan tinggi serat


"Kita hidup dalam hubungan simbiotik dengan bakteri usus kita," kata Presiden British Society for Immunologi dan Profesor di University of College, London, Arne Akbar.


Mikroba tidak hanya membentuk pelindung tubuh, tetapi juga program sistem imun. Hewan hasil perkembangbiakan yang tidak mempunyai mikrobioma cenderung memiliki respons imun yang berkembang dengan kurang baik.


Sementara, orang dengan usia lanjut dan memiliki penyakit yang ditandai peradangan seperti alergi, asma, atau diabetes, cenderung memiliki mikrobioma usus yang kurang bervariasi.


Oleh karena itu, Sheena merekomendasikan pengonsumsian makanan yang bervariasi dengan serat tinggi.


Sebab, semakin banyak makanan nabati yang dikonsumsi, akan semakin baik.


"Mikrobioma sangat menyukai serat, kacang-kacangan, dan makanan fermentasi," tambahnya.


2. Meghindari paparan sinar UV


Mikrobioma kulit juga sangat penting, tetapi sedikit yang mengetahuinya. Paparan sinar ultraviolet yang intens dapat berdampak negatif, yaitu melemahkan fungsi perlindungan.


Mencuci dengan sabun yang terlalu kuat dan menggunakan produk antibakteri juga tidak bersahabat dengan mikrobioma kulit.


"Kombinasi parfum dan pelembab mungkin juga memiliki efek," kata Sheena.


3. Berolahraga


Agar bugar secara keseluruhan, kesehatan fisik juga patut diperhatikan.


"Sel darah putih dapat menjadi tidak aktif. Namun, olahraga dapat memobilisasi mereka dan meningkatkan aliran darah Anda sehingga mereka dapat melakukan pekerjaan pengawasan mereka untuk mencari hingga menghancurkan virus atau benda asing di bagian tubuh lainnya," kata Akbar.


Misalnya, adalah melakukan olahraga setiap hari setidaknya 150 menit dalam satu minggu untuk kegiatan aerobik moderat (hiking, berkebun, bersepeda) atau 75 menit aktivitas bertenaga (berlari, berenang cepat, kelas aerobik), sesuai kemampuan masing-masing.


Sementara, untuk orang yang lebih tua dan lebih rentan infeksi, olahraga apa pun yang mungkin dilakukan sangat dianjutkan.


4. Hindari minum alkohol


"Beberapa penelitian menyebutkan bahwa sistem pertahanan tubuh menjadi tidak begitu efektif pada orang yang mengonsumsi alkohol," kata Sheena.


Selain itu, pengonsumsian alkohol yang tinggi dapat menyebabkan penguranan limfosit. Jadi, saat virus menyerang, sistem imun menjadi tidak dapat menahan atau melawannya.


5. Tidur cukup


Berolahraga dan makan sehat dapat membantu seseorang untuk tidur lebih baik. Sebuah studi menunjukkan bahwa kurang tidur dapat mengganggu kemampuan melawan penyakit dari jenis limfosit yang disebut sebagai sel T.


Penelitian tersebut menjelaskan pentingnya bioritme alami secara keseluruhan.


"Jika anda memiliki pola tidur teratur, anda memiliki ritme tubuh dan semuanya baik-baik saja," jelas Akbar.


(MKD)

Load Comments

Subscribe Our Newsletter