Jebakan Tikus Listrik Telan Banyak Korban di Lamongan, Ini Upaya Polis - Kabar Paciran
Baca artikel dan tutorial Android dan informasi gadget terbaik

LAMONGAN, KABAR.PACIRAN.COM - Merebaknya hama tikus dan banyaknya korban tewas akibat jebakan tikus beraliran listrik membuat kepolisian Lamongan prihatin. Polisi pun berusaha mencari jalan terbaik dengan menggelar Focus Group Discussion (FGD) dengan tema mengatasi hama tikus tanpa korban manusia.



Kapolres Lamongan AKBP Harun mengatakan FGD dengan menghadirkan petani dan tokoh-tokoh pertanian ini semakin mendekatkan antara polisi dengan petani. Selain itu, juga untuk mencari solusi terbaik terhadap hama tikus yang merugikan petani. Penggunaan jebakan tikus beraliran listrik, kata Harun, sebisa mungkin dihindari agar tidak muncul banyak korban.


"Melalui FGD ini agar masyarakat tidak lagi menggunakan listrik dalam mengatasi hama tikus karena masih banyak cara lain yang bisa dilakukan untuk mengusir hama tikus," kata Kapolres Lamongan dalam sambutannya, Jumat (13/3/2020)


Harun mengungkapkan, selama tahun 2020 ini sudah ada 12 korban yang meninggal akibat jebakan tikus dari listrik. FGD yang berlangsung di pendopo Wisata Besur Agro Edukasi Desa Besur, Kecamatan Sekaran ini, lanjut Harun, dihadirkan petani, kelompok tani dan pengamat organisme pengganggu tanaman Jatim Khamim Ashari dan juga perwakilan dari PLN.


"Mari untuk bersama-sama melawan hama tikus tanpa adanya korban jiwa yang diakibatkan oleh jebakan tikus dari listrik. Masih banyak cara dan metode lain untuk melawan hama tikus ini," ajak Harun.


Pengamat organisme pengganggu tanaman Provinsi Jatim Khamim Ashari secara panjang lebar menjelaskan tentang perkembangbiakan tikus dan daya merusaknya tikus. Khamim juga menyebutkan hewan yang bisa menjadi musuh alami tikus seperti ular dan juga burung hantu dan juga strategi pengendalian tikus. Sementara, Camat Sekaran Agus Hendrawan menuturkan, Forkopimcam sudah bersinergi dalam mengatasi kendala pertanian.


"Kami berharap Bapak Kapolres dan forum ini bisa untuk memberikan materi kepada para kelompok tani dan petani untuk mencegah hama tikus selain menggunakan listrik," ungkap Agus.


Acara yang berlangsung gayeng ini selain dihadiri oleh petani dan Kapolres Lamongan, juga dihadiri PJU Polres Lamongan dan juga Kepala Desa Besur Abdul Haris Suhud dan para kades di Kecamatan Sekaran serta Danramil Sekaran. Acara ditutup dengan penyerahan souvenir kepada masyarakat dan ramah tamah serta foto bersama.


sumber: detik.com

Jebakan Tikus Listrik Telan Banyak Korban di Lamongan, Ini Upaya Polis

LAMONGAN, KABAR.PACIRAN.COM - Merebaknya hama tikus dan banyaknya korban tewas akibat jebakan tikus beraliran listrik membuat kepolisian Lamongan prihatin. Polisi pun berusaha mencari jalan terbaik dengan menggelar Focus Group Discussion (FGD) dengan tema mengatasi hama tikus tanpa korban manusia.



Kapolres Lamongan AKBP Harun mengatakan FGD dengan menghadirkan petani dan tokoh-tokoh pertanian ini semakin mendekatkan antara polisi dengan petani. Selain itu, juga untuk mencari solusi terbaik terhadap hama tikus yang merugikan petani. Penggunaan jebakan tikus beraliran listrik, kata Harun, sebisa mungkin dihindari agar tidak muncul banyak korban.


"Melalui FGD ini agar masyarakat tidak lagi menggunakan listrik dalam mengatasi hama tikus karena masih banyak cara lain yang bisa dilakukan untuk mengusir hama tikus," kata Kapolres Lamongan dalam sambutannya, Jumat (13/3/2020)


Harun mengungkapkan, selama tahun 2020 ini sudah ada 12 korban yang meninggal akibat jebakan tikus dari listrik. FGD yang berlangsung di pendopo Wisata Besur Agro Edukasi Desa Besur, Kecamatan Sekaran ini, lanjut Harun, dihadirkan petani, kelompok tani dan pengamat organisme pengganggu tanaman Jatim Khamim Ashari dan juga perwakilan dari PLN.


"Mari untuk bersama-sama melawan hama tikus tanpa adanya korban jiwa yang diakibatkan oleh jebakan tikus dari listrik. Masih banyak cara dan metode lain untuk melawan hama tikus ini," ajak Harun.


Pengamat organisme pengganggu tanaman Provinsi Jatim Khamim Ashari secara panjang lebar menjelaskan tentang perkembangbiakan tikus dan daya merusaknya tikus. Khamim juga menyebutkan hewan yang bisa menjadi musuh alami tikus seperti ular dan juga burung hantu dan juga strategi pengendalian tikus. Sementara, Camat Sekaran Agus Hendrawan menuturkan, Forkopimcam sudah bersinergi dalam mengatasi kendala pertanian.


"Kami berharap Bapak Kapolres dan forum ini bisa untuk memberikan materi kepada para kelompok tani dan petani untuk mencegah hama tikus selain menggunakan listrik," ungkap Agus.


Acara yang berlangsung gayeng ini selain dihadiri oleh petani dan Kapolres Lamongan, juga dihadiri PJU Polres Lamongan dan juga Kepala Desa Besur Abdul Haris Suhud dan para kades di Kecamatan Sekaran serta Danramil Sekaran. Acara ditutup dengan penyerahan souvenir kepada masyarakat dan ramah tamah serta foto bersama.


sumber: detik.com

Load Comments

Subscribe Our Newsletter