Ilmuwan Bilang Perokok Tidak Mudah Tertular Virus Corona - Kabar Paciran -->
Baca artikel dan tutorial Android dan informasi gadget terbaik

KABAR.PACIRAN.COM - Ilmuwan di Prancis memberikan hasil penelitian yang mengejutkan bahwa perokok tidak mudah terinfeksi virus corona Covid-19.


Mengutip portal berita The Guardian, Sabtu, 25 April 2020, ilmuwan akan mencoba meneliti dengan memberikan nicotine patch atau plester nikotin kepada pasien Covid-19 dan dokter yang merawat pasien tersebut. Plester nikotin biasa digunakan untuk terapi perokok untuk berhenti merokok. Saat ini, para ilmuwan sedang menunggu izin dari otoritas kesehatan Prancis untuk menggelar eksperimen tersebut.


Kendati demikian, para ilmuwan menekankan bahwa merokok tetap saja berbahaya dan sangat tidak dianjurkan sebagai cara mencegah penularan Covid-19.


Kata peneliti, nikotin mungkin saja bisa mencegah orang terjangkit Covid-19. Akan tetapi racun lain dalam rokok berpotensi membuat memperparah gejala pada pasien Covid-19.


Studi ini bisa diakses di platform jurnal online Qeios. Dia diterbitkan pada 21 April 2020 dan belum menjalani proses peer-review.

Nikotin

Rencana itu bermula dari penelitian pada Rumah Sakit Pitié-Salpêtrière di Paris yang hasilnya menunjukkan bahwa salah satu kandungan pada rokok, kemungkinan besar nikotin, diduga telah membuat perokok lebih sukar tertular coronavirus Covid-19.


Dalam penelitian itu para ilmuwan mewawancarai 480 pasien Covid-19. Dari jumlah itu, 350 di antaranya dirawat di rumah sakit, sementara sisanya mengalami gejala ringan dan diizinkan untuk dirawat di rumah.


Para responden yang dirawat di rumah sakit berusia rata-rata 65 tahun dan hanya 4,4 persen yang rutin merokok. Sementara yang tidak dirawat di rumah sakit, usia rata-ratanya 44 tahun dan 5,5 persennya merokok.


Para ilmuwan juga membandingkan data mereka dengan data jumlah perokok di Prancis. Hasilnya menunjukkan, jumlah perokok di antara pasien yang diwawancarai jauh lebih kecil, karena sekitar 40 persen dari orang berusia 44-53 tahun di Prancis merokok; sementara di kelompok usia 65-75 tahun sekitar 8,8 persen - 11,3 persen merokok.


Pakar neurobiologi terkemuka Prancis , Jean-Pierre Changeux, yang telah me-review studi itu, menduga bahwa nikotin adalah zat yang berhasil mencegah virus corona mencapai sel-sel pada tubuh manusia.


Nikotin, imbuh Changeux, juga diduga telah mencegah sistem imun tubuh untuk bereaksi berlebihan - gejala yang biasa ditemukan pada pasien Covid-19 yang dirawat dalam kondisi sangat parah.

Sama dengan studi di China

Studi di Prancis ini selaras dengan studi dari China yang diterbitkan pada akhir Maret 2020 di jurnal New England Journal of Medicine.


Penelitian di China itu menunjukkan, dari 1.000 orang yang terinfeksi Covid-19, hanya 12,6 persen yang merokok. Sementara jumlah perokok di China diperkirakan sekitar 28 persen dari total penduduk.


Di Prancis ditemukan bahwa dari 11.000 pasien yang dirawat di rumah sakit hanya 8,5 persen yang merokok. Jumlah perokok di Prancis diperkirakan sekitar 25,4 persen dari total populasi.


"Studi cross-sectional kami dengan yakin menunjukkan bahwa mereka yang merokok setiap hari, jauh lebih kecil risikonya mengalami infeksi parah karena terjangkit Covid-19 ketimbang populasi umum," ujar para peneliti dari Prancis tersebut.[]


#Virus Corona (MKD)
sumber: tagar.id

Ilmuwan Bilang Perokok Tidak Mudah Tertular Virus Corona

KABAR.PACIRAN.COM - Ilmuwan di Prancis memberikan hasil penelitian yang mengejutkan bahwa perokok tidak mudah terinfeksi virus corona Covid-19.


Mengutip portal berita The Guardian, Sabtu, 25 April 2020, ilmuwan akan mencoba meneliti dengan memberikan nicotine patch atau plester nikotin kepada pasien Covid-19 dan dokter yang merawat pasien tersebut. Plester nikotin biasa digunakan untuk terapi perokok untuk berhenti merokok. Saat ini, para ilmuwan sedang menunggu izin dari otoritas kesehatan Prancis untuk menggelar eksperimen tersebut.


Kendati demikian, para ilmuwan menekankan bahwa merokok tetap saja berbahaya dan sangat tidak dianjurkan sebagai cara mencegah penularan Covid-19.


Kata peneliti, nikotin mungkin saja bisa mencegah orang terjangkit Covid-19. Akan tetapi racun lain dalam rokok berpotensi membuat memperparah gejala pada pasien Covid-19.


Studi ini bisa diakses di platform jurnal online Qeios. Dia diterbitkan pada 21 April 2020 dan belum menjalani proses peer-review.

Nikotin

Rencana itu bermula dari penelitian pada Rumah Sakit Pitié-Salpêtrière di Paris yang hasilnya menunjukkan bahwa salah satu kandungan pada rokok, kemungkinan besar nikotin, diduga telah membuat perokok lebih sukar tertular coronavirus Covid-19.


Dalam penelitian itu para ilmuwan mewawancarai 480 pasien Covid-19. Dari jumlah itu, 350 di antaranya dirawat di rumah sakit, sementara sisanya mengalami gejala ringan dan diizinkan untuk dirawat di rumah.


Para responden yang dirawat di rumah sakit berusia rata-rata 65 tahun dan hanya 4,4 persen yang rutin merokok. Sementara yang tidak dirawat di rumah sakit, usia rata-ratanya 44 tahun dan 5,5 persennya merokok.


Para ilmuwan juga membandingkan data mereka dengan data jumlah perokok di Prancis. Hasilnya menunjukkan, jumlah perokok di antara pasien yang diwawancarai jauh lebih kecil, karena sekitar 40 persen dari orang berusia 44-53 tahun di Prancis merokok; sementara di kelompok usia 65-75 tahun sekitar 8,8 persen - 11,3 persen merokok.


Pakar neurobiologi terkemuka Prancis , Jean-Pierre Changeux, yang telah me-review studi itu, menduga bahwa nikotin adalah zat yang berhasil mencegah virus corona mencapai sel-sel pada tubuh manusia.


Nikotin, imbuh Changeux, juga diduga telah mencegah sistem imun tubuh untuk bereaksi berlebihan - gejala yang biasa ditemukan pada pasien Covid-19 yang dirawat dalam kondisi sangat parah.

Sama dengan studi di China

Studi di Prancis ini selaras dengan studi dari China yang diterbitkan pada akhir Maret 2020 di jurnal New England Journal of Medicine.


Penelitian di China itu menunjukkan, dari 1.000 orang yang terinfeksi Covid-19, hanya 12,6 persen yang merokok. Sementara jumlah perokok di China diperkirakan sekitar 28 persen dari total penduduk.


Di Prancis ditemukan bahwa dari 11.000 pasien yang dirawat di rumah sakit hanya 8,5 persen yang merokok. Jumlah perokok di Prancis diperkirakan sekitar 25,4 persen dari total populasi.


"Studi cross-sectional kami dengan yakin menunjukkan bahwa mereka yang merokok setiap hari, jauh lebih kecil risikonya mengalami infeksi parah karena terjangkit Covid-19 ketimbang populasi umum," ujar para peneliti dari Prancis tersebut.[]


#Virus Corona (MKD)
sumber: tagar.id

Load Comments

Subscribe Our Newsletter