Ramadhan Datang, Corona Hilang - Kabar Paciran
Baca artikel dan tutorial Android dan informasi gadget terbaik
Bulan Ramadhan 1441 H tinggal beberapa hari lagi akan menghampiri kita, mungkin puasa kali ini akan kita jalani ditengah wabah pandemi corona yang memaksa kita untuk menjaga jarak (social & physical distancing). Padahal, bulan puasa merupakan salah satu momen untuk berkumpul bersama keluarga, dimana kerabat banyak yang pulang kampung (pulkam) untuk menikmati hangatnya kebersamaan. Namun, himbauan agar tidak mudik dari pemerintah demi memutus rantai sebaran COVID-19, nampaknya harus kita indahkan demi menjaga diri dan keluarga. Karena kita tidak tahu, bisa saja kita berangkat pulkam dalam keadaan sehat, namun ditengah perjalanan kita dihinggapi virus corona hingga akhirnya corona mengikuti kita pulang.

Datangnya bulan Ramadhan 1441 H ditengah merebaknya pandemi seperti sekarang ini membuat kita harus menahan diri untuk tidak pulang kampung, apalagi ada himbauan untuk shalat Tarawih dirumah saja. Ini sebagai langkah untuk mengantisipasi ada penyebaran virus, namun pastinya Ramadhan akan tetap hadir dengan nikmat yang ada didalamnya. Sebagaimana sabda Nabi Muhammad Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dalam hadits yang berbunyi;


قَدْ جَاءَكُمْ شَهْرُ رَمَضَانَ شَهْرٌ مُبَارَكٌ افْتَرَضَ اللَّهُ عَلَيْكُمْ صِيَامَهُ يُفْتَحُ فِيهِ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ

“Telah datang kepada kalian bulan yang penuh berkah, diwajibkan kepada kalian ibadah puasa, dibukakan pintu-pintu surga…” (HR. Ahmad).

Bulan Ramadhan adalah bulan dimana kita harus meningkatkan amal ibadah, bermuhasabah, dan meraih ridho Allah Subhanahu wa Ta'ala. Saat pandemi corona seperti sekarang ini, kita harus meningkatkan kebersihan dan kesehatan diri agar terhindar darinya, maka bersama datangnya Ramadhan, kita juga harus memanfaatkannya untuk membersihkan diri dari dosa yang telah kita perbuat selama ini, karena belum tentu kita akan bertemu dengan Ramadhan di tahun depan. Sebagai hamba, selain kita berserah diri akan ketentuan yang Allah berikan, kita juga wajib berikhtiar semampu kita. Karena ikhtiar adalah jalan untuk berubah dan merubah diri menjadi lebih baik dari sebelumnya, sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta'ala;

إِنَّ اللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّى يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum, sebelum kaum itu sendiri mengubah apa yang ada pada diri mereka” (QS. Ar-Ra’d [13]: 11).

Maka, sebagai manusia yang dikaruniai akal, kita harus berusaha merubah dan memperbaiki diri, terlebih lagi pada bulan Ramadhan yang akan datang yang tinggal hitungan hari. Jangan sampai penyesalan datang ketika nafas sudah ditenggorokan, ketika pintu maaf sudah tidak dibukakan. Mari jadikan wabah pandemi ini sebagai pelajaran agar kita menjadi lebih intensif dalam menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, dan mari jadikan momen Ramadhan sebagai sarana meningkatkan amal ibadah serta bermuhasabah. Semoga kita dipertemukan dengan bulan Ramadhan nanti, dan semoga pandemi COVID-19 segera berakhir dan mereka yang sedang berjuang melawannya diberi kekuatan, ketabahan, dan kesabaran. Semoga ujian berupa virus corona ini dapat kita lalui, sehingga kita dapat menjalani puasa dengan tenang dan kenyamanan hati. Aamiin.



Penulis: Hendra Hari Wahyudi (Guru, Jurnalis, dan penikmat sepakbola) yang bersangkutan bisa ditemui di rumahnya Desa Tebluru Kecamatan Solokuro Kabupaten Lamongan

Ramadhan Datang, Corona Hilang

Bulan Ramadhan 1441 H tinggal beberapa hari lagi akan menghampiri kita, mungkin puasa kali ini akan kita jalani ditengah wabah pandemi corona yang memaksa kita untuk menjaga jarak (social & physical distancing). Padahal, bulan puasa merupakan salah satu momen untuk berkumpul bersama keluarga, dimana kerabat banyak yang pulang kampung (pulkam) untuk menikmati hangatnya kebersamaan. Namun, himbauan agar tidak mudik dari pemerintah demi memutus rantai sebaran COVID-19, nampaknya harus kita indahkan demi menjaga diri dan keluarga. Karena kita tidak tahu, bisa saja kita berangkat pulkam dalam keadaan sehat, namun ditengah perjalanan kita dihinggapi virus corona hingga akhirnya corona mengikuti kita pulang.

Datangnya bulan Ramadhan 1441 H ditengah merebaknya pandemi seperti sekarang ini membuat kita harus menahan diri untuk tidak pulang kampung, apalagi ada himbauan untuk shalat Tarawih dirumah saja. Ini sebagai langkah untuk mengantisipasi ada penyebaran virus, namun pastinya Ramadhan akan tetap hadir dengan nikmat yang ada didalamnya. Sebagaimana sabda Nabi Muhammad Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dalam hadits yang berbunyi;


قَدْ جَاءَكُمْ شَهْرُ رَمَضَانَ شَهْرٌ مُبَارَكٌ افْتَرَضَ اللَّهُ عَلَيْكُمْ صِيَامَهُ يُفْتَحُ فِيهِ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ

“Telah datang kepada kalian bulan yang penuh berkah, diwajibkan kepada kalian ibadah puasa, dibukakan pintu-pintu surga…” (HR. Ahmad).

Bulan Ramadhan adalah bulan dimana kita harus meningkatkan amal ibadah, bermuhasabah, dan meraih ridho Allah Subhanahu wa Ta'ala. Saat pandemi corona seperti sekarang ini, kita harus meningkatkan kebersihan dan kesehatan diri agar terhindar darinya, maka bersama datangnya Ramadhan, kita juga harus memanfaatkannya untuk membersihkan diri dari dosa yang telah kita perbuat selama ini, karena belum tentu kita akan bertemu dengan Ramadhan di tahun depan. Sebagai hamba, selain kita berserah diri akan ketentuan yang Allah berikan, kita juga wajib berikhtiar semampu kita. Karena ikhtiar adalah jalan untuk berubah dan merubah diri menjadi lebih baik dari sebelumnya, sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta'ala;

إِنَّ اللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّى يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum, sebelum kaum itu sendiri mengubah apa yang ada pada diri mereka” (QS. Ar-Ra’d [13]: 11).

Maka, sebagai manusia yang dikaruniai akal, kita harus berusaha merubah dan memperbaiki diri, terlebih lagi pada bulan Ramadhan yang akan datang yang tinggal hitungan hari. Jangan sampai penyesalan datang ketika nafas sudah ditenggorokan, ketika pintu maaf sudah tidak dibukakan. Mari jadikan wabah pandemi ini sebagai pelajaran agar kita menjadi lebih intensif dalam menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, dan mari jadikan momen Ramadhan sebagai sarana meningkatkan amal ibadah serta bermuhasabah. Semoga kita dipertemukan dengan bulan Ramadhan nanti, dan semoga pandemi COVID-19 segera berakhir dan mereka yang sedang berjuang melawannya diberi kekuatan, ketabahan, dan kesabaran. Semoga ujian berupa virus corona ini dapat kita lalui, sehingga kita dapat menjalani puasa dengan tenang dan kenyamanan hati. Aamiin.



Penulis: Hendra Hari Wahyudi (Guru, Jurnalis, dan penikmat sepakbola) yang bersangkutan bisa ditemui di rumahnya Desa Tebluru Kecamatan Solokuro Kabupaten Lamongan
Load Comments

Subscribe Our Newsletter